Wednesday, August 3, 2016

First trimester screening

Setelah 2 minggu, sesuai dengan appointment saya, akhirnya saya melakukan screening test trimester pertama.
Sebenarnya saya sudah pernah baca dari buku What to expect when you're expecting, memang selama kehamilan sebaiknya kita melakukan USG (4D) sebanyak 3x. Yaitu pada trimester pertama, untuk mengetahui informasi lebih banyak resiko kelainan pada bayi seperti down syndrome, atau kelainan kromosom lainnya.
Biasanya first trimester screening ini dilakukan antara minggu ke 11-14.
Tetapi karena di rumah sakit saya sebelumnya, sepertinya mungkin mereka tidak melakukan secara mendetail tentang screening test ini. Jadi saya tidak melakukaan detail test. Saya pikir cuma orang luar negeri saja yang ada detail test seperti itu.

Dr Andy menyarankan saya untuk melakukan NT (Nuchal Translucency) scan yaitu mengukur ketebalan cairan dibelakang leher bayi dengan dr Yuma.(Bingung ya banyak dokter, saya juga kadang sampai bingung harus bercerita dari mana)
Jadi scan ini, adalah 4D scan. Cuma bedanya karena ini dilakukan pada awal trimester, jadi belom bisa terlihat apakah ada kelainan jantung, paru-paru, ginjal atau organ dalam lainnya (Ini 4D saat trimester kedua)
4D trimester pertama lebih menjelaskan resiko down syndrome dan juga dilihat secara detail ukuran kepala, paha, lengan, dsb. Apakah ukurannya sesuai dengan minggu kehamilannya.

Sebelum bertemu dengan dr, saya diminta pipis dulu untuk test kadar gula dan protein saya.Sebelumnya saya juga cuma baca ini di buku. haha tapi ga pernah tuh di test untuk setiap kontrol pada kehamilan sebelumnya.

Pertama bertemu dengan dr Yuma, dr langsung menanyakan saya dan suami saya, "Jadi kalian sudah tahu ya kalao Trisomy 18 itu bukan keturunan dan berulang"
Saya cuma senyum-senyum bilang, "hmm, iya sih"
"Itu masalahnya kemarin di baby nya. Pas pembelahan ga sempurna aja"
Memang sih saya sudah sering dengar kata-kata seperti dokter ini. Tapi ya gimana ya. Hati kecil saya masih ada ketakutan itu.
Dr Yuma juga menjelaskan tali plasenta saya semua bagus. Tidak ada masalah. Dan ukuran baby di dalam cenderung besar. Jadi dokter bilang, kalau cenderung besar itu ga ada yang perlu dikhawatirkan.
Sebenarnya masalah umum pada kehamilan itu 3. Di ibunya, babynya atau di plasenta nya.
Kalau di ibunya, mungkin asupan makanannya kurang.
Kalau di baby nya, ya sama seperti kejadian kamu kemarin. Masalah memang dari babynya.
Kalau di jalan aliran makanannya, Ibunya mau makan sebanyak apapun ya tetap aja ga akan sampai ke babynya.
Jadi harus dicari tahu dulu masalahnya. Kalau dilihat, plasenta kamu ini bagus. Jadi yang kemarin itu bayi kamu lahir kecil bukan masalah di plasenta kamu. Tapi dari babynya sendiri.
"Jadi kalau masalah plasenta itu berulang di setiap kehamilan. ya dok?"
"Ya kalau ibu nya anak pertama biasa 2.5 kg biasa nya anak ke dua ke tiga ga beda jauh dari sana. Karena memang pipanya saluran buat ngasih makanannya kecil. Jadi keran diujungnya keluarnya juga kecil. Ga mungkin besar"
Kami di dalam ruangan itu lebih dari 30 menit. Waktu 4D, dokter belum menjelaskan, saya pikir, kok dede ga bergerak sama sekali. Oh ternyata dia lagi tidur.  Dan tidur nya tengkurap. Jadi nya kita cuma dikasih liat punggung dan belakang kepalanya saja

Akhirnya dokter nya coba liat-liat yang lain seperti detak jantung, dll.
Dr Yuma juga mulai mengukur tulang hidung dan ketebalan cairan di belakang lehernya. Syukurlah semua hasilnya bagus.
Setelah berapa lama, tiba-tiba dede bergerak. Dan dokter Yuma langsung bilang "Hi, Baby. Dah bangun ya."

Waktu 4D liat dede lagi mutar badannya lucu sekali rasanya. Nah pas dia balik badan, langsung pahanya terbuka semua dan jadi dah ngintip-ngintip deh kelaminnya. Sebenarnya kita juga ga expect untuk tahu jenis kelaminnya pas USG ini. Tapi dokter nya juga masih bilang "?" Jadi rahasiain dulu deh ya. Sampai nanti dah pasti 2 minggu lagi. Sekalian hasil test kromosomnya.

Dr Yuma benar-benar menjelaskan detail sekali smuanya, seperti lagi ngajarin murid-muridnya. Sampai selesai scan, kita sempat ngobrol lagi tentang bayi kembar, kalau identik itu seperti apa asalnya, kalau tidak identik itu seperti apa. Pokoknya saya keluar dari ruangan dr Yuma, berasa pengetahuan saya bertambah banyak banget deh. Dari hal-hal kecil seperti posisi bayi di dalam rahim itu sebenarnya dimana, apa itu blighted ovum, dll. Sampai kita juga ngobrol ingin punya anak berapa.
Waktu saya tanya kalau operasi sesar itu boleh berapa kali, Dr Yuma juga langsung cerita lagi. "tergantung tebal dinding rahim. Ada yang 3x. 4x juga ada. Mang kamu mau punya banyak anak?"
"Ga lah dok"
"Paling 2 juga cukup"
"Iya, dok. 2 lagi lah."
"Yah bisa lah kamu sampai 3x mah"
Sebelum berpisah dengan dr Yuma, dokter Yuma malah langsung mengingatkan saya. "Ingat jaga berat badan nya ya."

Setelah scan dengan dr Yuma, kami bertemu dengan dr Andi lagi.
Dari hasil yang didapat dari scan dr Yuma, sebenarnya saya sudah termasuk low risk untuk mengandung bayi dengan kelainan kromosom. Tapi sekali lagi, low risk doesn't mean no risk.
Dr Andi juga sudah "cukup puas" dengan hasilnya. Jadi untuk test darah mengetahui kelainan kromosom (NIPT) hanya untuk lebih "memastikan" saja. Tapi sudah bukan "keharusan". Sebenarnya dokter Andi juga memberikan pilihan untuk, "tidak ambil darah juga tidak apa-apa"
Tapi ya karena memang dari awal niat kita memang sudah pingin test, ya sudah saya langsung diambil darahnya hari itu juga. Darah saya diambil sebanyak 10cc lalu hasilnya akan keluar 2 minggu lagi.
 Karena yang di cek smua kromosomnya, jadi aku bisa sekalian tahu gender deh :)))



Tuesday, July 19, 2016

hi, heartbeat!

Setelah melewati beberapa minggu penuh dengan kekhawatiran, dan sempat berpikir untuk mengunjungi dokter kandungan sebelum waktu yang dijadwalkan. I know, I worried too much!
Even my husband can't stand me sometimes. Hahahaha.
Setelah kunjungan pertama ke dokter Tjien Ronny, beberapa hari setelahnya saya bilang ke suami saya. Kita ke dokter lagi yuk next next week.
Saya tau dia ga akan bilang ga. Karena saya sedang hamil. Dan ya wanita hamil punya "privileged" semua kemauannya harus dituruti. Hahahaha.

Saya ingat waktu mengandung Valleria tahun lalu, seminggu sebelum melahirkan, kami sempat jalan-jalan di mall. Dan waktu sedang mengantri lift. Suami saya bilang, kamu buruan masuk. 
Saya bilang, "antri donk"
"Gpp, cepat gunakan privileged kamu yang sebentar lagi expired"

Tapi akhirnya saya sabar menunggu sampai minggu jadwal saya mengunjungi dokter Tjien Ronny.
Sewaktu saya membuat janji untuk bertemu dokter. Ternyata dokter Tjien Ronny sedang berada di  luar negeri karena anaknya sakit.
"Jadi dokter kapan pulang, sus?"
"Belom tau, bu. Belom bisa dipastikan."
"Jadi gimana ya, sus?"
"Bisa sama dokter pengganti sus. Kebetulan hari ini ada praktek"
Karena saya juga sudah ga sabar pengen ketemu dede, dan juga saya mau mengambil hasil test darah kemarin. Akhirnya saya setuju bertemu dengan dokter pengganti hari itu.

Sempat malas untuk menceritakan lagi history kehamilan saya sebelumnya dengan dokter lain.
Tapi ya memang mau tidak mau saya harus menceritakan, agar dia tahu apa yang saya butuhkan.
Setelah di cek semua bagus. Ukuran berkembang sesuai dengan minggu nya. Detak jantung juga normal. Tidak ada masalah apa-apa. Syukurlah kekhawatiran saya selama ini ternyata ga terbukti.

Setelah USG, kami sempat mengobrol dengan dokter tentang test NIPT. Test darah yang dilakukan ketika kehamilan 10 minggu. Untuk mengetahui ada/tidaknya kelainan kromosom ataupun kelainan lainnya. Saya sudah tahu ini di kehamilan sebelumnya
Saya juga bertanya apakah sebaiknya dilakukan pengambilan air ketuban untuk mengetahui hasil lebih pasti.
Yes, it will give you more accurate result. But it does have some risk. Karena perut kamu langsung ditusuk.

Dua hari setelah USG terakhir saya, saya masih penasaran pengen USG lagi. Mungkin karena juga saya kurang cukup puas dengan USG terakhir. Kurang puas dengan jawaban dari si dokter. Dia seperti tidak bisa langsung memberikan jawaban ketika saya mulai memberikan pertanyaan-pertanyaan.

Akhirnya saya coba ke JWCC bertemu dengan dokter Andi Hudono.Waktu itu hari Jumat, dan suami saya sedang bekerja. Karena jadwal praktek nya dia hanya siang hari jadi saya mengajak mama saya untuk menemani saya.

Sampai di JWCC pukul 11.00. Saya dapat giliran 11.40 waktu tadi telepon membuat janji. Tetapi ketika sampai di JWCC ternyata dokter belum datang. Jadi saya mengurus keperluan administrasi dan timbang dan tensi darah saya. Sekalian ngobrol dengan suster tentang history kehamilan saya sebelumnya.
OK sebenarnya saya malas ganti dokter karena saya harus menceritakan kembali history kehamilan saya (again).

Jam 12.00 akhirnya tiba giliran saya. Sempat diminta suster untuk menahan pipis karena akan dilakukan USG dari bawah. Sebenarnya saya malu untuk USG dari bawah. hahahh tapi ya mau gimana ya sudah sampai di sini.
Masuk ke ruangan dokter, dokter Andi langsung menyambut saya dengan "Hi Fanny, Hope that I can help you"
Saya langsung dipersilahkan untuk berbaring. Oh ternyata USG perut. Untunglah.
Sewaktu USG, dokter sambil menjelaskan itu kantongnya. Dan itu keliatan detak jantungnya. Lalu saya diperdengarkan suara detak jantungnya lebih lama. Thanks doc, for comforting me!

Lalu kami melanjutkan perbincangan di meja nya. Saya kembali menjelaskan anak pertama saya Trisomy 18. Dr Andi langsung memberikan list test-test yang harus saya lakukan. Saya diminta datang waktu usia kandungan 12 minggu untuk detail scan dan test NIPT.
"Sebelum 12 minggu ga bisa dok?" Tanya saya.
"Bisa 10 minggu. Tapi saya tanya kamu, kamu mau tau lebih cepat untuk apa?"
Jujur saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Ga akan ada yang bisa kita lakukan. Kita ga bisa mencegah. Kita ga bisa mengontrol. Kita cuma mempersiapkan untuk ke depannya. Kemungkinan berulang itu kecil. Tapi karena kamu sudah pernah mengalami itu semua. Lebih baik kita test di awal biar kamu tidur lebih nyenyak.Dan lebih tenang menjalani sisa kehamilan. Chance kamu sama dengan ibu-ibu lain yang sedang mengandung. Ga ada yang tahu."

Oh ya, bertemu dengan dokter Andi, hp kamu harus di silent. Mama saya sempat ditegur karena hpnya bunyi terus selama di dalam ruangan. haahha
So far, saya nyaman dengan dokter Andi. Dia cukup to the point, menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan jawaban yang sangat jelas.

So see you in 2 weeks !

Friday, June 17, 2016

A happy anxious life!

the title said it all!

I got pregnant!!! This surprised me and my husband! 

Pertama karena aku ada rutin bulanan untuk laser hair removal, jadi bulan ini aku coba untuk testpack! Karena untuk pastiin aku ga hamil pas lagi laser. Yes it's my first test pack setelah lahiran tahun lalu.

Minggu pagi, saya bangun dan langsung ke kamar mandi untuk testpack. Suami saya belum bangun waktu itu. 
"OMG! There is two line" kata saya dalam hati. Tapi kok satu lagi samar sekali ya? Masih ga percaya dan pengen coba testpack lagi besok. Waktu itu saya belum memberitahu suami saya. Memang rencana saya sebenarnya untuk hamil dekat-dekat ulang tahun suami saya (July boy) ! Jadi pengennya berita hamil saya jadi kado dia. Haha sinetron banget ya. 

Keesokan harinya, test pack, dan garis nya terlihat lebih jelas dari kemarin. Dan saya bukannya mengabarkan ke keluarga saya. Saya malah langsung Line ke dua teman baik saya. 
"Kayaknya gw hamil" 
Dan they were so surprise. Or not so surprise? Hahaha 
Jujur pertama liat hasil, saya ga ngerti apa perasaan saya. Happy? Yes. Tapi kebahagian itu langsung diikuti perasaan takut. 
"Apa bakal terulang lagi kayak kemarin?" 
"Apa anak saya bakal sehat?" 
"Apa dia akan berkembang?" 

Terlalu banyak kata "apa?" waktu itu. 
Happy yet anxious. 

Malam itu tiba-tiba saya berasa ingin muntah. 
Dan suami saya tanya "kamu ada testpack?" 
Haha gagal sudah mau bikin cute surprise. Malah saya yang di surprise in. 
Dan waktu tau saya positif. Dia salamin saya bilang "selamat ya"
Dalam hati, kok ga kayak di film drama gitu sih reaksi nya? 

Dua hari berselang, saya mulai panik.
Bisa jadi dia ga berkembang? 
Mulai baca-baca tentang blighted ovum,cerita-cerita tentang keguguran dll. 
saya seperti stress sendiri. 
Awal nya saya belum berencana buat ngecek ke dokter kandungan. Akhirnya saya whatsapp suami saya dan bilang, "malam kita ke dokter ya" 
I know it will be too early, karena jadwal mens ku saja sebenarnya masih belum waktunya. Jadi di USG juga ga akan keliatan apa-apa. 

Saya akhirnya kembali ke dokter Tjien Ronny. 
Waktu menunggu 1 jam terasa lama sekali. Saya takut saya akan pulang dengan kecewa. Gimana kalau dokter bilang saya ga hamil? Gimana kalau ternyata ada apa-apa? 
Seperti trauma waktu dulu ke dokter berakhir dengan diagnosa-diagnosa yang tidak ingin saya inginkan.

Di titik itu saya merasa, what is happiness? Mungkin saatnya saya untuk kembali berserah kepadaNya. Yang terjadi biarlah terjadi. 

Bertemu dengan dokter.... 

Dr Tjien langsung menyambut saya, "kamu hamil fan?" 

Oh, he remembers me! 
Yuk langsung dilihat. Dan dia langsung USG dan dalam hitungan detik langsung ketemu kantungnya. 

Tidak seperti waktu USG Valleria pertama kali. Waktu itu saya sudah telat menstruasi seminggu. Dan dokter Tjien susah menemukan kantung nya. Dia sempat bilang, "mungkin memang kamu suka telat." Walaupun pada akhirnya ketemu juga. 

Hope this will be a good sign! 

Setelah itu kami sempat mengobrol, saya sempat curhat kekhawatiran saya. 
Dia cuma menjawab, "ga akan ada habisnya kalau kita cuma mikir yang jelek-jelek. Berpikir semua bagus. Capek kalau mikir yang jelek." 

Terakhir sebelum keluar ruangan, dia kembali bersalaman dan bilang "selamat ya kamu hamil" I don't know itu hanya perasaanku saja but I can see his happiness! 
Such a lovely doctor. 


Saya tau ketakutan saya tidak ada gunanya. Karena semua itu bukan sesuatu yang bisa saya kontrol. Semua itu kehendak Tuhan. 
Saya tau statistik mengatakam chance saya untuk bayi trisomy hanya dibawah 0.5%. Sama seperti ibu-ibu lain yang sedang hamil. 

Saya mulai takut untuk bercerita, karena setiap bercerita selalu response dari orang. Ah kamu kebanyakan pikiran. Ga harusnya dipikirin itu. Berpikir positif nanti dapatnya bagus-bagus. Kalao berpikir yang jelek-jelek nanti dapat nya juga jelek. Saya tau semua itu, it's easier to say. 

Saya mencoba menenangkan diri, me'waras'kan diri sendiri. Saya membaca cerita-cerita inspirasi dari orang-orang. Saya yoga. Saya meditasi. Saya berdoa. I am trying to find my inner peace and happiness. Not my relative happiness.

I know it won't be easy. But it will be worth to try. 


I am just thinking, if something went wrong this time, what should I do? Will I be that 'strong' like before? 

What if I fall? Oh my darling, what if you fly? 

Friday, June 3, 2016

Which side are you?

Minggu ini, tiba-tiba saya merasa kenapa kita ga selalu berpikir positif? Kenapa kita suka fokus ke hal negatif, mengeluh tentang hal-hal kecil. Ketika sesuatu tidak sesuai harapan kita, seakan-akan itu dunia runtuh (lebay, yes it is)
Jadi hal pertama yang saya lakukan, saya melihat sekitar saya.

Kebetulan 2 hari ini saya lagi sakit. Jadi waktu saya kebanyakan di rumah beristirahat. Dan kalau ga ada kerjaan ya apalagi kalau bukan social media.

Kemarin sekitar Jakarta Barat dan Utara, mati lampu. Waktu itu saya sendirian di rumah, dan mati lampu selama 3 jam! Mungkin kalau saya dulu, saya pasti sudah berkeluh-kesah karena listrik padam! Tapi anehnya, saat itu saya tiba-tiba merasa, kenapa kita suka mengeluh hal-hal kecil? Kenapa kita tidak melihat sisi positif nya? Mugkin sebenarnya banyak loh teman-teman kita di daerah lain yang belum merasakan nikmatnya punya listrik. Saat pemadaman listrik selama 3 jam ini. Saya bermain dengan Martin, anjing saya. Ya karena memang tidak ada yang bisa saya lakukan dan semuanya gelap. Tiba-tiba saya merasa, selama ini I take my dog for granted (sorry martin). Weekdays kami berkerja, pulang kerja kami lalu langsung istirahat, makan malam, dan menonton tv sambil dengan gadget masing-masing. Saya jadi jarang bermain dengan dia. Padahal dia selalu duduk di samping saya.
Sedangkan weekend? Kebanyakan kami menghabiskan waktu di luar rumah.
Saya jadi menyadari ternyata ketika kita berteman/follow seseorang. Kita akan secara ga langsung terkena dampak yang mereka berikan. Kalao teman kita/following kita orang-orang positif. Otomatis kita akan ikut terbawa ke hal-hal positif. Seperti contoh, waktu kemarin sehabis melahirkan. Saya mulai follow semua yang berhubungan dengan olahraga; workout; diet; healthy food; dsb di instagram. Dan setiap harinya saya jadi semakin termotivasi dan semangat untuk hidup lebih sehat (dan ingin kurus tentunya). Dan ketika saya mulai untuk hidup sehat, suami saya juga jadi ikut. Dia yang pertama kali membuatkan saya overnight oat, smoothies bowl, dll untuk sarapan (sebelumnya biasanya kita sarapan bakmi, hehehe)
TIPS buat yang lagi diet, follow semua account diet, kesehatan, olah raga, dan foto before after untuk perbandingan kita (kita jangan membandingkan kita dengan orang yang di foto tersebut. Tapi bandingkan dengan diri kita yang dulu dan yang sekarang.) Itu bener-bener membuat semangat berapi-api. haha. That works for me.

Sebaliknya, ketika kita dikelilingi orang-orang yang suka mengeluh, kita jadi terkena aura negatif mereka. Misalnya ketika seseorang membenci temannya dan terus mengeluh tentang temannya di depan kita. Lama-lama kita akan merasakan aura negatif dia. Kita jadi ikut sebel, bete.


Ketika kita mengeluh, sebenarnya banyak orang yang tidak "seberuntung" kita. Tidak sedikit yang sangat ingin di posisi kita.
Saat kita mengeluh pekerjaan kita, banyak orang diluar sana yang pekerjaan nya tidak sebaik kita. Seperti PRT, buruh, mereka butuh waktu kerja lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Ketika kita mengeluh susahnya mengurus anak, banyak orang lain yang sangat menginginkan kehadiran malaikat kecilnya.
Ketika kita mengeluh susahnya hamil, banyak wanita yang ingin hamil.

Ketika saya diberikan cobaan tahun lalu, waktu itu mungkin saya masih merasa kenapa saya? Banyak orang diluar sana yang hamil padahal tidak menginginkan anak di dalam kandungan mereka. Kenapa tidak mereka saja yang diberikan cobaan ini? Toh mereka juga tidak ingin anak itu.

Tapi sesaat setelah kejadian, saya tidak mau terus-terusan berpikiran negatif. Tuhan punya rencana yang jauh lebih baik. Saya diberikan kesempatan untuk "berduaan" dengan suami. Saya lebih didekatkan dengan suami. Kami jadi lebih mengerti satu sama lain. Kami dibukakan matanya untuk lebih mengenal orang-orang baik di sekitar itu ternyata banyak loh. Orang-orang yang perduli dengan kita. Terus kenapa kita harus fokus pada aura negatif?

 Jadi pasti sebenarnya di setiap kejadian selalu ada hal positif dan negatif. Tergantung kita mau fokus di hal yang mana. Setiap orang pasti punya masalah. Yang membedakan adalah, reaksi kita terhadap masalah itu.
Kamu ga bisa milih apa yang bakal terjadi di hidup kamu. Tapi kamu bisa memilih apa reaksi kamu. The problem itself is not a problem. But your reaction is.

Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita seharusnya membandingkan diri kita yang sekarang dengan diri kita sebelumnya.

And take nothing for granted!

"Admire someone else beauty without Questioning your own."










Thursday, May 26, 2016

SK-II Review

Aku dari bulan Maret lalu nyobain SK-II Facial Treatment Essence. Aku penasaran sama khasiatnya. Katanya FTE itu bener-bener bagus. Denger dari semua orang, aku jadi "teracuni" untuk nyoba. Jadi nya aku langsung ke salah satu mall di dekat rumahku untuk beli sekaligus nanya-nanya.
Waktu ditawarin SPG nya, ternyata lagi promo, beli FTE 250 ml dapat free SK-II Facial Treatment Clear Lotion dengan ukuran yang sama.
Wah.. ga pikir panjang aku langsung beli deh. Setelah aku coba malam itu, pertama aku cuma cobain FTE nya. Pagi nya sehabis pakai FTE, aku langsung berasa muka jadi kinclong bersinar banget dalam satu malam. haha lebay ya. Tapi aku langsung jatuh cinta dengan FTE hanya dalam satu malam.
Siapa sih yang ga tau produk FTE ini? Ini produk andalan nya SK-II. Dia mengandung 90% pitera murni. Dia bisa menjadi booster untuk produk yang dipakai setelah FTE.

Setelah sekitar 2-3 minggu pakai FTE, aku baru cobain pakai clear lotionnya. FTCL ini berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang mungkin masih tersisa setelah kita cuci muka. Setelah seminggu pakai FTCL nya, aku berasa kok muka ku jadi beruntusan. (seperti jerawat kecil-kecil) Semakin hari semakin banyak. Pertama di pipi sebelah kiri, lalu di sebelah kanan. Dan sekarang mulai di bagian dahi ! OMG, aku pikir masa aku ga cocok sih pakai SK-II ! Karena sebelum pakai ini, aku bukan tipe yang jerawatan.
Dan seakan tidak mau terima (Kalau aku ga cocok dengan SK-II) aku nanya sana sini. Ternyata setelah aku cari tahu, FTCL ini kalau cara penggunaan nya salah memang bisa memicu jerawat!
Jadi FTCL ini ga boleh dipakai berlebih dan ga boleh diusap berkali-kali. Cukup dituang ke kapas dan sekali usap pelan saja ke wajah. (Kebiasaan pengen cepet mulus jadi pakai nya banyak-banyak dan berkali-kali) Tapi itu malah memicu jerawat! Alhasil, aku stop penggunannya dan wajahku sudah berangsur membaik sekarang!
Pelajaran penting deh, bener kalau untuk urusan skincare itu kita harus ekstra sabar!